KAROMAH IMAM MAHDI
Tanpa Imam Mahdi as maka tidak akan ada kesatuan umat islam,
kerana sistem khalifah Islam akan terbentuk melalui kekalifahan Imam Mahdi as.
Ketika Imam Mahdi as datang maka saat itu jihad menjadi kewajiban bagi seluruh
umat Islam, yaitu jihad melawan Dajjal dan wazir-wazirnya. Sebelum Imam Mahdi
as datang maka jihad belum menjadi kewajiban seluruh umat islam dunia.
Pada saat kemunculan Imam Mahdi as ditandai dengan tiga kali takbir Allahu
Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar maka seketika itu segala teknologi akan tidak
berfungsi. Seluruh alat perang moden akan musnah dan hancur.
Imam Mahdi as akan mengambil amanah dari Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasalam, yaitu bendera beliau, jubah dan pedang Nabi saw di Istambul di Museum
Topkapi. Kemunculan pertama beliau di Makkah kemudian beliau ke Madinah. Imam
Mahdi as adalah Imam yang nyata, dan sebahagian daripada akidah Islam, jika kita menolaknya atau mengatakan saya tidak tahu, maka kita sebenarnya telah
menolak sebahagian dariapada Islam, seolah-olah kita menolak Islam secara keseluruhan
kerana Islam adalah ajaran yang sempurna. Allah telah menyempurnakan ajaran
Islam, jika menolak salah satunya maka kita tidak mengikuti ajaran Islam yang sebenarnya.
Dewasa kini mengapa kebanyakan Ulama Ahlul Sunah wal Jama’ah tidak membicarakan tentang
Imam Mahdi as, sementara puak Syiah menerimanya dan menjadinya sebahagian daripada Islam,
tetapi Ahlul Sunnah Wal jamaah menetapkan ianya sebahgian daripada akidah dengan dalil zanni. Manakala puak Wahabi menerimanya hanyalah dengan lisan seolah-olah kedatangan Imam Mahdi terlalu jauh, Sangat ulama Ahlul Sunah wal Jamaah saat ini yang membicarakan tentang Imam Mahdi as, sangat sedikit hanya sebahagian
besarnya adalah Ulama Tasawuf, para Ahli Sufi sementara sebahagian besar
mereka lupa untuk membicarakan tentang Imam Mahdi as. Sebab itulah Sayidul Syeikh menyatakan kumpulan Ulama Tasawuf dan toriqah terbahagi kepada dua, iaitu toriqah yang bernaung di Imam Mahdi dan toriqah yang hanya abid semata-mata.
Imam Mahdi as sudah hadir saat ini, beliau tinggal menunggu izin Allah swt
untuk mengumumkan kedatangannya. Para Awliya telah bertemu dengan beliau dan
mengambil bayat. Pada tahun 1971 Mawlana Syaikh Hisyam diperintahkan untuk
suluk dan khalwat, ketika beliau sedang duduk hendak berzikir tiba-tiba Syaikh Abdullah Faiz
datang dan mengajak Mawlana Syaikh Hisyam untuk bertemu Sayidina Mahdi as.
Ketika itu Mawlana sering sekali mendapat tugas untuk menulis sohbah-sohbah
Grandsyaikh Abdullah Faiz, dimana beliau sering bicara berjam-jam nonstop dan
tidak pernah mengulangnya seperti air terjun ilmu itu dicurahkan. Darimana
pengetahuan itu datang, tak ada satupun buku yang beliau baca. Ini adalah
pengetahuan yang langsung Allah turunkan melalui Qalbu nabi Muhammad saw
kepada para WaliNya, ilmu kehadiran (hudur) karena ruh Awliya selalu bersama
Nabi Muhammad saw, ini adalah ilmu dengan kehadiran.
Dan ketika saya mulai dzikir, Grandsyaikh Abdulah datang membawa saya untuk
berbayat kepada Imam Mahdi as. Beliau mengatakan, “Tutup matamu, karena
engkau tak dapat melihat Imam Mahdi as saat ini, karena cahayanya yang
demikian besar akan membakarmu, lalu sekarang julurkan lenganmu. Ketika saya
menjulurkan tangan, maka Grandsyaikh berkata sekarang kau telah memegang
tanganku bersama 7007 wali dari Naqshbandi, dan sekarang engkau bersama 124.000
ambiya ( para Nabi), dan sekarang diatasmu adalah tangan Imam Mahdi as dan
terakhir tangan Rasulullah saw. Kemudian Mahdi as memberikan talqin, bayat
kepada saya beserta 7007 wali naqshbandi dan 124.000 anbiya. Ini adalah
pengalaman yang sangat luar biasa besarnya, sehingga untuk beberapa hari saya
tidak mampu mengingat apapun, saya berada dalam keadaan tak sadar, extase, gila
untuk beberapa hari,
Kemudian Mahdi as mengundang saya bertemu dengan Sayidina Isa as, dan
Granbdsyaikh Abdulah bersama saya. Mahdi as membawa saya kesuatu tempat dengan
gerakan seperti berpindah dengan cepat dalam posisi berdiri tanpa berjalan,
bukan terbang tetapi bergerak secara spiritual. Pada saat itu saya melihat
pemandangan dikedua sisi kami berjalan adalah ribuan tentara Imam Mahdi as.
Grandsyaikh mengatakan bahwa waktunya sudah sangat dekat kedatangan Imam
Mahdi as,dan Mahdi as memberikan namamu untuk menjadi kalifahnya. Beliau
memiliki 40 khalifah dan 59 deputy sehingga total 99 orang dimana setiap orang
diberikan Nama Surga sesuai atribut 99 Nama Allah .
Ketika Allah mengujikan dengan kedatangan Imam Mahdi as , maka pertama kali akan
memperbaiki ulama. Karena kebanyakan ulama akan menolak beliau, kerana tidak
percaya. Pada saat itu , mereka yang menolaknya akan mengikuti Dajjal. Ahli kufur menolak Mahdi as, memang kerana mereka ahli kufur.
Kemudian Mahdi as akan bertakbir Allahu Akbar dia akan hadir di Makkah. Saat
ini Mahdi as telah menikah dan memiliki tiga orang anak. Dia akan muncul
pertama di Makkah kemudian ke Madinah dengan berkata laa hawlaa wala quwewata
ilaa billah Bismillah hirRohman nirohim dan dan tiba-tiba beliau berada di
Madinah.
Saat ini Imam Mahdi as berada di Gua Kebahagiaan di padang pasir antara Madinah
dan Yaman. Para Awqliya mengatakan beliau tinggal bersama dengan
deputy-deputynya. Ada tujuh kalifahnya yaitu Syahamatiu Fardhani, Yusuu as
Siddiq, Abdur Rauf al Yamani, Immamul Arifin Amananul Haqq, Lisaanul
Mutakallimin Aunullah as Sakhawi, Arif at Tayyar al Maruuf bi Mulhan, Burhaanul
Kuramaa Ghautsul Anaam. Mereka adalah tujuh minister Imam Mahdi as. Mereka 24
jam bersama Imam Mahdi as secara spiritual beserta seluruh kalifah dan
timbalannya.
Tak seorangpun dapat mencapai tempat tersebut, karena dilindungii oleh 7 mahluk
Spiritual : Budalla
( Wali Abdal), Nujaba, Nuqoba, Autad, Akhyar, Atab, Jin dan
Malaikat, dan siapapun yang melewatinya akan berubah menjadi batu. Ketika
tentara Perancis menjajah daerah itu ada beberapa tentara mreka yang menghilang
secara misterius didaerah tersebut. Dan beberapa waktu yang lalu NASA
pernah mengambil gambar melalui satelit dikawasan itu terlihat ada patung batu
yangg serupa orang didaerah tsb. Mawlana juga mengatakanbahwa daerah itu
terdapat pasir hidup yang akan menelan orang yang mendekati tempat tersebut.
Ketika jaman Imam Mahdi as, kita berjalan atau bergerak bukan dengan cara kitra
berjalan saat ini, tetapi kita bergerak dalam waktu dengan ilmu Kakikat at-Ta’.
Saat ini kita berjalan dengan ruh berada didalam badan. Tetapi dengan hakikat
at Ta’i maka ruh yang membungkus badan sehingga kecepatan ruh yang akan membawa
badan. Badan kita saat ini lekat dengan bumi maka kalian tidak bisa bergerak
melawan gravitasi. Ketika spiritual kalian naik maka ruh akan membungkus badan
maka kalian dapat berjalan dengan tidak bergantung gravitasi bumi. Nafsu,
maksiat dan ego menjerat kalian dalam garvitasi, tetapi ketika ruh sudah
menguasai Ego dan nafsu maka graviatasi bumi tidak mengikat lagi.
Seperti di bulan Astronomi tak terikat graviti,demikian juga dengan spiritual
power yang akan membawa badan yang telah dibungkus ruh dapat bergerak sangat
cepat. Ruh adalah enerji dengan kecepatan cahaya, bahkan lebih cepat dari
kecepatan pikiran dan bahkan lebih cepat lagi seperti seperti kecepatan
malaikat. Kecepatan malaikat lebih cepat dari kecepatan pikiran, sementara
kecepatan pikiran lebih cepat dari kecepatan cahaya. Awliya bergerak dengan
hakikat at-Ta’I tersebut, pertama dia mengeluarkan ruh dari badannya dan
dia bungkus badan dalam ruhnya dan bergerak, ketika sampai ditempat tujuan
maka dia taruh lagi ruh tersebut kedalam badan. Ini adalah penjelasan dalam
tingkatan paling rendah dari hakikat at-Ta’i.
Setiap mukmin dan muslim akan mendengar takbir Mahdi as. Ada yang menerima dan
ada yang menolak meskipun mereka ulama. Kemudian dengan mengucapkan
Bismillah,Imam Mahdi akan berada di Syam, Damaskus. Itulah sebabnya saat ini
banyak orang yang ingin tinggal di Syam. Banyak Awliya yang ingin tubuhnya
dikuburkan di Syam ketika meninggal. Ketika Awliya meninggal ditempat lain,
maka malaikatpun kemudian memindahkan tubuh tersebut ke Syam.Sayidina Zainab
ra, juga dikuburkan di Syam, dan saat ini ribuan peziarah mendatangi makam
beliau sehingga makam beliau saat ini sedang dalam renovasi .
Nabi sallallahu alaihi wasalam pernah mengatakan,”Saya tidak meminta apapun
kepada kalian kecuali hargai dan peliharalah keturunanku”. Oleh sebab itu Allah
menurunkan Kalifah terakhir dibumi dari keturunan Nabi Muhammad saw, ini
sebagai bukti kecintaan Allah terhadap ahlul bayt yang saat ini sangat tidak
dihargai oleh wahabi salafi. Nabi Muhammad saw tidak pernah memasuki Syam,
karena dia meninggalkannya untuk Imam Mahdi as, karena kalau Nabi saw telah
masuk Syam maka Mahdi as sudah tidak perlu lagi memasuki Syam oleh karena itu
ketika Nabi saW sampai di pintu Syam beliau berhenti.
Imam Mahdi as akan bertakbir Allahu Akbar sebanyak tiga kali, maka seluruh
teknologi black out, mati tak ada yg bias bergerak. Setiap orang yang memiliki
iman yang kuat dengan Hakikat at-Tai akan pindah ke Syam, kemudian dalam
semalam Imam Mahdi as memerintahkan jin dan mahluk spiritual untuk membuat bangunan
yang besar untuk menampung sleueurh mukmin yang datang. Bangunan dengan
kubah yang sangat indah akan selesai dalam semalam. Ketika itu ribuan orang
datang ke Syam dan Allah akan melebarkan Syam. Kemudian Mahdi as akan
mengistiharkan jihad melawan Dajjal. Dajjal waktu itu akan keliling dunia untuk
membuat kehancuran.
Pada saat Mahdi as ke Istambul untuk mengambil amanah Nabi saw, yaitu jubah,
pedang dan bendera Nabi saw, maka beliau didampingi 12.000 tentara yang
wajahnya serupa dengan Sayidina Ali ra karamallahu wajhah. Semua sama wajahnya
dan sama pedangnya dan dipimpin langsung oleh Ali ra. Ali ra hingga kini masih
hidup dan belum pernah mati, dia akan muncul bersama Mahdi as. Dulu putri Nabi
saw yang sangat disayangi Fatimah ra pernah mengadu kepada Nabi saw, bahwa Ali
ra sering berhari-hari tidak pulang kerumah, dan Nabi saw menjawabnya, “Ya
Fatimah aku yang menugaskan Ali untuk mencegah invasi mahluk asing kebumi
ini. Ali ra ditugaskan ke outer space, ke ruang angkasa dan galaksi lain,
apabila tidak karena Ali ra maka bumi ini telah lama diinvasi oleh aliens
ratusan tahun yang lalu.
Dalam hikayat Sahabh, maka ketika Ali ra dalam sakaratul maut dia meminta
diletakkan di ontanya dan ontanya dibiarkan berjalan dan menghilang dibalik
bukit. Ketika itu sahabat menunggu selama berjam-jam kemudian ada kalfilah dari
arah berlawanan dan sahabt menanykan apakah mereka bertemu dengan Sayidina Ali
ra? Mereka menjawab bahwa mereka bertemu Ali ra dan mengucapkan salam dan Ali
ra membalas salam itu. Maka Awliya berpendapat bahwa Ali ra bersama Imam Mahdi
as saat ini. Kemudian Ali ra dan Mahdi as akan ke masjid Amawi untuk
bertemu Nabi Isa as. Imam Mahdi as akan menawarkan Nabi Isa untuk menjadi imam
solat karena beliau Isa as adalah seorang nabi, tetapi Nabi Isa as akan menolak
dan mengatakan bahwa saya datang kedua ini untuk menjadi umat nabi Muhammad saw
maka Imam Mahdi as menjadi imam solat.
Kemudian Mahdi as memohon kehadiran Nabi saw, dan Nabi akan secara rohani seperti manusia hidup lainnya. Ya, karena hari itu adalah akhir zaman
maka barzah dan dunia menyatu. Saat itu banyak awliya Allah mencium tangan
beliau. Tergantung tahap kewalian masing-masing, ada yang mencium tangan Nabi sekali,
ada yang dua kali sampai dengan ada yang mencium sebanyak 12,.000 kali. Setiap
kalian mencium tangan beliau saw, maka ilmu hikmah yang tak terhingga
akan mengalir ke hatimu,
Pada saat itu ilmu mengalir dan dipindahkan melalui tatapan mata. Islam akan
meliputi seluruh dunia, dan kemudian Nabi Isa as akan membunuh dajjal. Dajjal tak dapat masuk tiga tempat yaitu, Makkah, Madinah dan Syam. Mudah-mudahan Allah
memberikan kita kesempatan bisa bersama Mahdi as. Jika seseorang berniat ingin bertemu Mahdi as tetapi dia telah meninggal maka dia akan dihidupkan kembali
untuk bersama Mahdi as, jika mereka berdoa,” Ya Allah biarakan aku menjadi
pendukung Mahdi as, kemudian dia meninggal maka Allah akan menghidupkan dia
bersama Mahdi as. Tidak sesuatupun yang mustahil bagi Allah dengan kasih sayangnya, maka dengan
‘kun fayakun’ setiap orang yang berniat berjumpa pada waktu itu akan berjumpa
seperti orang hidup biasa, InsyaAllah kita akan berada pada saat itu.
Tiada ulasan:
Catat Ulasan